SaM’s Life Share

Tidur Tenteram

Posted on: July 6, 2010

Bacaan hari ini: Mazmur 3:1-9

Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya. (3-2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
(3-3) banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.” Sela
(3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
(3-5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela
(3-6) Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!
(3-7) Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
(3-8) Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
(3-9) Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela

Ayat mas hari ini: Mazmur 3:6

3:6 (3-7) Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Tidur, yang bagi sebagian orang adalah hal mudah dan murah, bisa menjadi hal yang sulit dan mahal untuk dinikmati bagi sebagian orang yang lain. Banyak keadaan dapat membuat kita menjadi sulit tidur. Bisa karena adanya penyakit sulit tidur atau insomnia, atau karena kita sedang banyak pikiran sebab dirundung oleh situasi yang kita anggap genting!

Daud tidak sedang menghadapi masalah kecil. Ia sedang dalam situasi genting: diserang oleh anak kesayangannya sendiri, Absalom. Demi menghindari hal buruk, Daud memutuskan untuk melarikan diri dari Yerusalem (2 Samuel 15). Daud dimusuhi banyak orang (ayat 2) dan dianggap tidak mendapat pertolongan Allah (ayat 3). Begitulah keadaan Daud ketika menuliskan mazmur ini. Namun dalam kondisi begitu, Daud tetap mengandalkan Tuhan yang ia imani sebagai perisainya (ayat 4) dan yang menjawab seruannya (ayat 5). Itulah yang membuat Daud tetap tenang dalam situasinya yang genting, sehingga ia bisa bermazmur: “Aku mau membaringkan diri, lalu tidur”. Imannya akan Allah Sang Pelindung, membuatnya tetap dapat tidur, meski situasi genting!

Bagi Anda, mana yang lebih besar: Tuhan atau masalah yang sedang Anda hadapi? Kedamaian hati bukan terletak pada ketiadaan masalah, melainkan pada bagaimana kita memandang masalah. Kalau kita memandang masalah lebih besar dari Allah, tak heran jika hati gundah, hingga tidur pun resah. Sebaliknya, jika iman membuat Anda sadar bahwa Tuhan selalu lebih besar dari masalah, Anda akan dimampukan untuk bersikap tenang dan merasa tenteram meski sedang di tengah badai kehidupan.

Ingatlah bahwa Allah selalu lebih besar daripada masalah, hati menjadi tenang dan tidur pun tak gelisah.
Penulis: Daniel K Listijabudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Lokasi Pengunjung

Lookup a word or passage in the Bible



BibleGateway.com
Include this form on your page

Calendar

July 2010
M T W T F S S
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Traffic

Top rated

Blog Stats

  • 31,266 hits

Blog Catalog

Christian Blogs - BlogCatalog Blog Directory
%d bloggers like this: