SaM’s Life Share

Archive for the ‘Karya-karya Mario Teguh dkk’ Category

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,

JELASLAH MENGENAI APA SAJA YANG HARUS ANDA LAKUKAN PADA SAAT INI.

Banyak orang yang telah mengetahui dengan jelas apa yang ingin dicapainya, tetapi belum memiliki kejelasan mengenai apa saja yang harus dilakukannya untuk mencapai itu semua. 

Banyak orang sudah jelas ingin berhasil, tetapi belum jelas harus melakukan apa.

Kemudian, mereka berlaku seperti sebuah perahu yang menghadap ke daratan yang tepat, tetapi patah tiang layarnya. Mereka tidak memiliki kesegeraan untuk menjadikan diri mereka sendiri jelas mengenai apa yang harus dilakukan, dan menguasai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukannya.

Maka, bersegera memutuskan sebuah pilihan tindak dan segera melakukannya, akan memperpendek masa tunggu untuk mengetahui apakah yang Anda lakukan adalah hal yang tepat atau tidak. 

Kemudian, bersegeralah lagi dengan tindakan yang baru, dan kemudian bersegeralah lagi memperbaikinya apabila yang Anda lakukan belum tepat.

Anda yang bersegera dalam tindakan yang berniat baik, akan disegerakan dalam mencapai kebaikan.

Tetaplah meyakini bahwa tidak ada yang terjadi dalam hidup ini yang tidak ditujukan bagi pemuliaan hidup Anda dan keluarga tercinta.

Sampai nanti.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Saat Anda berada dalam perjalanan pulang untuk kembali ke keluarga yang telah berharapan besar untuk mengisi malam yang damai bersama Anda, 

mohon Anda sisipkan kesadaran dalam interaksi Anda dengan mereka – bahwa Anda sangat berperan bagi kebahagiaan mereka. 

Pastikanlah bahwa kehadiran Anda menjadi bagian – yang mungkin tidak mereka sadari, tetapi – sangat menentukan kualitas dari suasana hati mereka.

Dalam kesyahduan suasana bahagia itu – lamat-lamat rambatkanlah doa Anda agar rencana-rencana Anda mendapat restu dari Yang Maha Membukakan Jalan. 

Bisikkanlah kepada Beliau bahwa tidak ada yang Anda inginkan kecuali menjadi alasan bagi terbangunnya kesejahteraan dan kebahagiaan yang menjadi hak keluarga Anda. 

Peluk dan ciumlah anggota keluarga Anda dengan kesadaran bahwa merekalah yang menjadikan keberadaan Anda penting.

Anda adalah sebuah keberadaan yang penting.

Bila ada di antara kita yang sedang merasa dikecilkan oleh ketidak-ramahan lingkungan dan kehidupannya – tidak berarti bahwa dia tidak penting. 

Kita harus meyakini hal itu dengan kepastian yang tinggi – dan sebetulnya kita bisa membuktikannya.

Bila kesedihan kita sudah dijamin tidak akan terabaikan dalam pergaulan ini, … apalagi rencana-rencana bagi keberhasilan kita.

Apakah Anda bisa membayangkan cara lain untuk menjadi kaya dengan jujur – yang mengabaikan keharusan untuk menjadikan orang lain lebih kaya lebih dahulu?

Maka bergabunglah bersama kita semua yang sedang sibuk menjadikan kehidupan orang lain lebih kaya daripada keadaan sebelum mereka mengenal kita. 

Ketahuilah bahwa pada detik pertama Anda menerima penugasan untuk menjadi bagian yang penting bagi kehidupan orang lain – Anda telah memasuki gerbang Taman Pemuliaan Kehidupan Anda. 

Dengannya, sebenarnya Anda telah dikayakan.

Pastikanlah kerja keras Anda hari ini berhubungan langsung dengan masa depan yang lebih sejahtera dan yang lebih membahagiakan bagi Anda dan keluarga Anda yang tercinta.

Selalu ingatlah, bahwa 

Tuhan memuliakan jiwa yang memuliakan-Nya.

dan, 

Cara terbaik untuk memuliakan Tuhan adalah memuliakan sesama.

karena,

Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi saudaranya?

Sampai nanti ya?

Terima kasih atas kemuliaan untuk melayani bagi kebahagiaan Anda.

Salam super,

Mario Teguh

Sahabat Indonesia yang lembut hatinya, 

Marilah kita menundukkan kepala sejenak, dan memanjatkan doa terindah yang mampu diuntai oleh semua kemuliaan dalam hati kita, bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dari tragedi JW Marriot dan Ritz Carlton hari ini.

Semoga Tuhan memuliakan mereka yang gugur, dengan menyandingkan mereka di sisi Beliau Yang Maha Pengasih, dan mentabahkan keluarga terkasih yang mereka tinggalkan dengan keikhlasan dan pengertian yang baik, bahwa Tuhan akan memelihara mereka sebagai jiwa-jiwa yang dikasihi-Nya.

Semoga Tuhan mengembalikan kesehatan mereka yang terluka, baik secara fisik atau kejiwaan; agar mereka bisa kembali meneruskan kehidupan yang ditinggalkan oleh para sahabat kita yang gugur dalam tragedi ini.

Kita tidak memilih untuk tercabik dan direnggut dari para saudara dan sahabat kita dalam kejadian memilukan ini, dan kita tidak pernah mengikhlaskan diri kita untuk diperlakukan dengan sekejam ini, 

tetapi, kekejian ini telah terjadi, dan kita sedang bergelut untuk mengikhlaskan yang sangat sulit untuk diiklhaskan.

Bagaimana kita bisa dengan mudah mengikhlaskan kekasih hati kita yang terhapus keindahan kehidupannya oleh perilaku yang kekejamannya tanpa kepedulian ini?

Bagaimana kita bisa dengan mudah mengikhlaskan pelukaan pada keluarga yang sejak bayi kita lindungi bahkan dari gigitan nyamuk?

Tetapi, kita adalah bagian yang beriman dari keadaan yang terjadi antara yang baik dan yang tidak peduli terhadap kebaikan ini.

Memang sulit bagi kita yang baik, untuk mengerti kekejaman yang mudah mereka lakukan.

Apakah ketamakan yang menguasai manusia, sehingga ada orang yang bersampai-hati mengurangi hak kehidupan orang lain?

Apakah yang menjadikan mereka merasa berhak berlaku kejam kepada orang lain, hanya karena mereka ingin menjadi dan mempunyai lebih?

Apakah demikian pentingnya bagi mereka bahwa kita semua sependapat, sehingga mereka merasa bebas membisukan yang tidak sependapat?

Tetapi,

Kitalah yang beriman. Dan kitalah yang lebih mengetahui yang lebih baik bagi kita yang beriman,

yaitu menerima ini semua dengan penyerahan yang utuh kepada Tuhan, walau dalam prosesnya kita marah, meronta, meraung, memprotes, menjerit, menangis, menggelayut, bersimpuh, dan meratap melas.

Kita tetap akan datang ke hadapan Tuhan sebagai pribadi yang berserah. 

Tangis kita adalah tanda bahwa kita mencintai kehidupan beserta semua kekasih kita, dan bukan pengingkaran terhadap hak mutlak Tuhan untuk menarik kembali kehidupan yang sejatinya adalah milik-Nya.

Kita akan kembali tegar.

Tidak ada kekuatan yang bisa terjadi dan berdampak, tanpa ijin dari Tuhan Pemilik Alam ini.

Semua yang terjadi, terjadi karena suatu alasan, dan untuk suatu tujuan.

Tidak ada yang diinginkan oleh Tuhan kita Yang Tidak Anda Pembanding-Nya, kecuali untuk memuliakan kita.

Yang gugur dalam kepiluan ini, telah gugur dalam kemuliaan.

Dan yang terluka dalam kekejian ini, telah terluka untuk dimuliakan.

Dan kita sebagai saudara dari yang gugur dan yang terluka, telah menjadi saudara yang berkesempatan untuk berlaku mulia.

Maka,

Marilah kita bersikap dan berlaku lebih berkasih sayang, agar lebih banyak orang yang tertarik untuk menjadi pribadi yang penyayang.

Kita memulai segala sesuatu dengan ucapan “Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,”

Maka marilah kita melakukan segala sesuatu setelahnya dengan penuh kasih dan sayang.

Marilah kita bersegera mengecilkan jumlah orang yang jahat, yang kejam, yang bermuka tebal dan berhati hitam; dengan memperbanyak orang yang santun, yang penyayang, yang bertegur-sapa dengan penuh kasih, dan yang saling menasehatkan kebenaran dan menasehatkan kesabaran.

Marilah kita menjadi orang yang baik, agar orang yang tidak mengenal kebaikan, akan mengenal kebaikan karena mengenal kita.

Marilah kita lebih berkasih sayang.

Kita semua adalah pena yang menuliskan cerita kehidupan kita. 
Jika cerita yang kita pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakan kita adalah tangan Tuhan.

Marilah kita lebih berkasih sayang.

………..

Sahabat-sahabat saya yang dicintai Tuhan,

Marilah kita jadikan diri pribadi kita dan keluarga kita yang tercinta sebagai komponen terkecil yang indah dari kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia.

Jika pribadi kita baik, dan jika keluarga kita baik, Indonesia akan baik.

Marilah kita jadikan Indonesia sebagai rumah yang indah, damai, aman, menyejahterakan, dan membahagiakan kita semua.

Marilah kita bernafas dalam kesadaran bahwa kita berada dalam lindungan kasih sayang Tuhan.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

“ Bagaimanakah kita melihat rencana Tuhan untuk kita? “

Untuk mengerti ini, 
di hati mu sudah harus ada sebuah kekuatan untuk percaya.

Bahwa tidak ada apa pun yang terjadi tanpa sepengetahuan-sebelumnya dari Penguasa Alam, dan tidak akan terjadi tanpa ijin Beliau.

Tidak ada niat Tuhan mu kecuali memuliakan mu.

Sehingga, apa pun yang terjadi, terjadi atas pengetahuan, ijin, dan niat untuk memuliakan mu.

Yang terjadi bisa baik atau buruk, tetapi niatnya sama – yaitu untuk memuliakan mu.

Tidak ada hal yang konstan dalam hidup ini; 
kalau tidak menguat – ya melemah; 
kalau tidak naik – ya turun; 
kalau tidak membaik – ya memburuk.

Dengannya, 
selalu ada kemungkinan untuk kejadian apa pun; membaik atau memburuk.

Memburuk, menjadi rusak, dan membusuk – 
adalah perilaku baku dari segala sesuatu.

Untuk memburuk – 
sebuah keadaan tidak membutuhkan bantuan.

Untuk membaik – 
sebuah keadaan membutuhkan upaya.

Dengannya, 
sebuah kejadian – bagaimana baik-nya pun – 
jika tidak ditambahkan upaya baik atasnya – 
akan menjadi buruk.

Kejadian buruk yang ditambahkan upaya perbaikan padanya – akan menjadi baik.

Sehingga keadaan apa pun yang terjadi – 
baik atau buruk, adalah pemberitahuan kepada sang penerima keadaan – untuk mengupayakan perbaikan.

Kembali, 
setiap kejadian – diijinkan terjadi untuk memuliakan kita, untuk mendekatkan kita kepada yang mulia, yang baik; dan menjauhkan kita dari yang buruk.

Sehingga, setiap keadaan mengharuskan pengarahan perhatian kepada yang memuliakan, kepada yang mem-baik-kan.

Arah dari rencana Tuhan bagi mu adalah menuju yang baik.

Dia yang melihat buruknya sebuah keadaan, dan kemudian mengijinkan dirinya dikuasai dan dilemahkan oleh kemungkinan keburukan yang akan dialaminya – sebetulnya sudah memilih untuk mengalihkan perhatiannya kepada jalan yang memburukkan dirinya.

Rencana Tuhan mu menuju kepada yang baik.

Rencana itu ada di arah dan di jalan yang baik.

Jadi, jawaban bagi pertanyaan:

Bagaimanakah engkau MELIHAT rencana Tuhan untuk mu?

adalah

” MELIHAT BAIKNYA.”

Apa pun yang terjadi, lihat baiknya.

………..

Sahabat-sahabat terkasih,

Itu dulu yang bisa saya sampaikan sebagai penutup minggu lalu, dan pembuka minggu ini.

Semoga rencana-rencana besar Tuhan menjadi terhampar jelas di hadapan Anda, 

dan Anda menjadi tertenagai dengan keikhlasan yang menjadikan Tuhan berkenan untuk melakukan yang berada di luar kemampuan Anda untuk melakukan, 

dan mencukupkan sekecil-kecilnya kemampuan Anda untuk mencapai sebesar-besarnya rencana-rencana Anda.

Salam sayang untuk keluarga tercinta.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Ya, engkau selalu dalam pengawasan.

Maka berlakulah dengan kesadaran bahwa engkau sedang dalam pengawasan.

Tetapi, mengapakah aku memberitahumu mengenai hal ini?

Bukankah engkau yang sering mengatakan kepadaku 
bahwa Tuhan Maha Mengetahui? 
bahwa Tuhan Maha Menyaksikan?
dan bahwa Tuhan mengetahui dan menyaksikan semua yang kita lakukan?

Tetapi,

mengapakah sering tanpa ragu engkau hadirkan dirimu dalam seburuk-buruknya perilaku dalam penyaksian Tuhan?

Apakah engkau akan melakukan banyak hal yang kau lakukan dalam penyaksian Tuhan itu, 
di depan tetangga mu, yang bahkan tidak kau hormati itu?

Lalu,
apakah yang terjadi dengan rasa hormatmu kepada Tuhan?

Sahabatku yang baik,

Jika engkau menghormati Tuhan, 
tidak mungkin engkau berlaku yang menjadikanmu tidak menghormati dirimu sendiri.

Maka wajar jika engkau bertanya kepadaku,

Siapakah aku?

karena engkau terbingungkan oleh diri yang melakukan yang diketahuinya tidak pantas baginya untuk melakukan.

Bila engkau sudah menerima ini,
kita bisa sekarang naik ke anak tangga pengertian berikutnya.

… anak tangga pengertian berikutnya …

Apakah engkau melihat keindahan dari selarik kata-kata itu?

… anak tangga pengertian …

Ya … 

Kita naik dalam kehidupan ini, 
dalam derajat yang bertingkat-tingkat,
dan 
derajat-derajat itu kau capai 
melalui tingkat-tingkat dari pengertianmu.

Semakin engkau mengerti, semakin engkau berderajat,
karena engkau tidak mungkin berlaku yang bertentangan dengan yang kau mengerti.

Maka ketahuilah ini,

Siapapun yang berlaku bertentangan dengan yang dimengertinya, adalah orang yang belum benar-benar mengerti.

Maka, berlakulah sebagaimana yang engkau mengerti, bahwa

Tuhan Maha Mengetahui,

dan karena engkau kekasih Tuhan, tidak ada yang kau lakukan atau yang tidak kau lakukan, yang tidak disaksikan Beliau.

Apakah kira-kira perasaan Tuhan saat Beliau menyaksikan engkau berlaku yang tidak menghormati dirimu sendiri?

Maka berlakulah seindah mungkin. 

Tuhan sudah lama menanti pemandangan terindah yang bisa kau suguhkan di hadapan Beliau yang mengasihimu.

Mudah-mudahan kita semua menjadi saudara-saudara kembar dalam keindahan perilaku kita sebagai kekasih Tuhan.

Salam sayang untuk keluarga Anda tercinta.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Sahabatku yang terkasih,

Sering engkau berseloroh bahwa aku tidur pun tersenyum, karena engkau hampir tak menemukan saat di mana wajahku ditinggalkan oleh senyum.

Mendengar itu, bagaimana mungkin aku tak tersenyum?

Jauh sebelum engkau mengenalku, aku telah meminta agar aku ditugaskan untuk melayani kebutuhanmu untuk menjadi pribadi yang bebas, yang ringan, yang ceria, dan yang bersemangat menyambut kemungkinan-kemungkinan baikmu di masa depan.

Karena kesadaranku untuk selalu siap dengan jawaban saat engkau bertanya, aku mempelajari semua yang dapat menjadi jawaban.

Dan karena keharusan dari tugasku untuk mencarikan dan menunjukkan jalan keluar – saat engkau gelisah dengan keadaan di mana engkau berada, aku merambah semua jalan dan keadaan dengan badan dan imajinasiku, agar aku dapat menunjukkan arah dari perjalanan yang akan mengeluarkan dan memindahkanmu.

Tetapi ini yang harus kau ketahui, bahwa

Aku hanya menunjukkan arah dari perjalanmu, tetapi engkau lah yang harus menjalaninya.

Aku yang mencarikan, tetapi bukan aku yang menemukan.

Karena, engkau menemukan atau tidak – adalah hasil dari penggembiraan hati Tuhan yang menjadi tugasmu.

Sekarang,

Ini yang dapat kukatakan untuk pertanyaanmu, mengapa aku selalu tersenyum kepadamu.

Aku tersenyum,
karena aku melihat dirimu dari tempat yang memungkinkan ku melihat kenaikan derajatmu jika engkau percaya.

Aku tersenyum,
karena aku melihat kebaikan dalam dirimu yang sedang kau biarkan kalah di bawah kepentinganmu yang tidak penting.

Aku tersenyum,
karena aku melihat bagaimana engkau tersiksa karena kekesalan mu terhadap dirimu sendiri yang sering berlaku palsu.

Lebar senyumku,
karena mendengar mu berjanji tidak akan berlaku sombong, tetapi mengatakannya dengan kalimat-kalimat seseorang yang angkuh.

Lucu senyumku,
karena mendengar kesediaanmu untuk memaafkan orang lain, dengan kesungguhan untuk memastikan bahwa mereka tahu bahwa hanya engkau yang benar.

Haru senyumku,
karena melihat upayamu untuk mendapatkan kasih sayang, dengan cara-cara yang mengusir kasih sayang.

Dan semua kesabaran dalam senyumku itu ada,
karena aku sedang menanti saat di mana engkau berlaku tegas untuk menjadi pribadi yang baru.

Dan hatimu berkata lirih,

Aku, sebagai pribadi yang baru?

Ya …,
aku mendengar keraguanmu itu …

Engkau dan aku tahu bahwa pribadi yang baru itu tidak akan pernah bebas untuk menjadi betul-betul baru, karena akan selalu ada sisa-sisa dari kenyamanan mu dalam cara-cara yang lama itu yang mencoba memasuki ruang-ruang indah dari pembaruan dirimu.

Tetapi ini yang harus kau mengerti,
bahwa 

Pribadi apapun yang mengupayakan perbaikan,
adalah sudah baru.

Siapapun yang menginginkan dirinya menjadi baik, 
sudah menjadi orang baik.

Kebaruan mu bukan datang karena engkau telah meninggalkan semua diri lama mu.

Kebaruanmu dimulai dari niatmu untuk menjadi pribadi baru.

dan

Kesungguhanmu dinilai dari yang betul-betul engkau lakukan.

Aku tersenyum, karena aku yakin engkau akan sampai pada akal-sehatmu. Engkau tak akan mampu berlama-lama berbaring dan mengeluh dalam kelemahan, tanpa akhirnya mengerti bahwa engkau berperan sangat besar dalam pelemahanmu sendiri.

Bukankah engkau juga bisa sombong? Bukankah itu berarti engkau mampu merasa lebih berkualitas daripada orang lain?

Tetapi mengapakah mereka yang kau sombongi itu, banyak yang lebih sejahtera dan damai hidupnya?

Adikku terkasih,

Aku tersenyum karena memang engkau sebetulnya pribadi yang sangat berkualitas, tetapi yang sedang menelantarkan kualitasnya.

Ingatlah, bukan tidak cukup baiknya kualitasmu, tetapi tidak cukupnya penggunaan dari kualitasmu, yang telah melemahkan kehidupanmu.

Aku tersenyum, karena aku tahu engkau akan sampai pada titik pengertian pengindah kehidupanmu.

Hanya, ini yang ingin aku ingatkan;

Berapa banyakkah waktu yang akan kau boroskan lagi dalam pelemahan dirimu, 

sebelum engkau bangkit dengan greget rahang yang tegas untuk berdiri tegak, untuk menyiramkan minyak ke matahari di balik matamu, dan untuk menyulut guntur di dalam kerongkonganmu?

Adikku yang dititipkan oleh ibumu kepada ibuku,

Aku tersenyum, karena aku tahu engkau akan membanggakan Tuhan dengan ketegasan untuk melakukan sebanyak mungkin yang bisa kau lakukan, dan menyerahkan sesedikit mungkin yang tak bisa kau lakukan – kepada Tuhan.

Sekarang, janganlah hanya menunggu.
Menunggulah sebagai pribadi yang peka hatinya, yang aktif pikirannya, yang santun cara-caranya, dan yang bertenaga kehadirannya.

Sekarang,

Tersenyumlah engkau bersamaku.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Sahabat-sahabat terkasih,

Semoga Tuhan berkenan untuk merestui keberanian kita untuk hidup dengan sepenuhnya.

Karena,

Ukuran kehidupan kita hanya sebesar ukuran keberanian kita.

Bukankah telah banyak orang berkualitas hebat yang sedang hidup biasa-biasa, karena keberaniannya biasa-biasa saja?

Bukankah telah banyak orang biasa yang menjadi pribadi yang besar kehidupannya, karena keberaniannya besar dalam memberdayakan apa pun kualitas dirinya.

Dan jika kita diharuskan memilih, 

Lebih baik hidup pendek yang cemerlang, daripada hidup redup sepanjang hidup yang belum tentu panjang.

Karena kita ber-Tuhan, maka keberanian adalah kualitas penduga iman.

Maka hiduplah dengan berani.

 

By: Mario Teguh


Lokasi Pengunjung

Lookup a word or passage in the Bible



BibleGateway.com
Include this form on your page

Calendar

November 2014
M T W T F S S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Archives

Traffic

Top rated

Blog Stats

  • 28,732 hits

Blog Catalog

Christian Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.