SaM’s Life Share

Archive for the ‘Karya-karya Mario Teguh dkk’ Category

“ Bagaimanakah kita melihat rencana Tuhan untuk kita? “

Untuk mengerti ini, 
di hati mu sudah harus ada sebuah kekuatan untuk percaya.

Bahwa tidak ada apa pun yang terjadi tanpa sepengetahuan-sebelumnya dari Penguasa Alam, dan tidak akan terjadi tanpa ijin Beliau.

Tidak ada niat Tuhan mu kecuali memuliakan mu.

Sehingga, apa pun yang terjadi, terjadi atas pengetahuan, ijin, dan niat untuk memuliakan mu.

Yang terjadi bisa baik atau buruk, tetapi niatnya sama – yaitu untuk memuliakan mu.

Tidak ada hal yang konstan dalam hidup ini; 
kalau tidak menguat – ya melemah; 
kalau tidak naik – ya turun; 
kalau tidak membaik – ya memburuk.

Dengannya, 
selalu ada kemungkinan untuk kejadian apa pun; membaik atau memburuk.

Memburuk, menjadi rusak, dan membusuk – 
adalah perilaku baku dari segala sesuatu.

Untuk memburuk – 
sebuah keadaan tidak membutuhkan bantuan.

Untuk membaik – 
sebuah keadaan membutuhkan upaya.

Dengannya, 
sebuah kejadian – bagaimana baik-nya pun – 
jika tidak ditambahkan upaya baik atasnya – 
akan menjadi buruk.

Kejadian buruk yang ditambahkan upaya perbaikan padanya – akan menjadi baik.

Sehingga keadaan apa pun yang terjadi – 
baik atau buruk, adalah pemberitahuan kepada sang penerima keadaan – untuk mengupayakan perbaikan.

Kembali, 
setiap kejadian – diijinkan terjadi untuk memuliakan kita, untuk mendekatkan kita kepada yang mulia, yang baik; dan menjauhkan kita dari yang buruk.

Sehingga, setiap keadaan mengharuskan pengarahan perhatian kepada yang memuliakan, kepada yang mem-baik-kan.

Arah dari rencana Tuhan bagi mu adalah menuju yang baik.

Dia yang melihat buruknya sebuah keadaan, dan kemudian mengijinkan dirinya dikuasai dan dilemahkan oleh kemungkinan keburukan yang akan dialaminya – sebetulnya sudah memilih untuk mengalihkan perhatiannya kepada jalan yang memburukkan dirinya.

Rencana Tuhan mu menuju kepada yang baik.

Rencana itu ada di arah dan di jalan yang baik.

Jadi, jawaban bagi pertanyaan:

Bagaimanakah engkau MELIHAT rencana Tuhan untuk mu?

adalah

” MELIHAT BAIKNYA.”

Apa pun yang terjadi, lihat baiknya.

………..

Sahabat-sahabat terkasih,

Itu dulu yang bisa saya sampaikan sebagai penutup minggu lalu, dan pembuka minggu ini.

Semoga rencana-rencana besar Tuhan menjadi terhampar jelas di hadapan Anda, 

dan Anda menjadi tertenagai dengan keikhlasan yang menjadikan Tuhan berkenan untuk melakukan yang berada di luar kemampuan Anda untuk melakukan, 

dan mencukupkan sekecil-kecilnya kemampuan Anda untuk mencapai sebesar-besarnya rencana-rencana Anda.

Salam sayang untuk keluarga tercinta.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Ya, engkau selalu dalam pengawasan.

Maka berlakulah dengan kesadaran bahwa engkau sedang dalam pengawasan.

Tetapi, mengapakah aku memberitahumu mengenai hal ini?

Bukankah engkau yang sering mengatakan kepadaku 
bahwa Tuhan Maha Mengetahui? 
bahwa Tuhan Maha Menyaksikan?
dan bahwa Tuhan mengetahui dan menyaksikan semua yang kita lakukan?

Tetapi,

mengapakah sering tanpa ragu engkau hadirkan dirimu dalam seburuk-buruknya perilaku dalam penyaksian Tuhan?

Apakah engkau akan melakukan banyak hal yang kau lakukan dalam penyaksian Tuhan itu, 
di depan tetangga mu, yang bahkan tidak kau hormati itu?

Lalu,
apakah yang terjadi dengan rasa hormatmu kepada Tuhan?

Sahabatku yang baik,

Jika engkau menghormati Tuhan, 
tidak mungkin engkau berlaku yang menjadikanmu tidak menghormati dirimu sendiri.

Maka wajar jika engkau bertanya kepadaku,

Siapakah aku?

karena engkau terbingungkan oleh diri yang melakukan yang diketahuinya tidak pantas baginya untuk melakukan.

Bila engkau sudah menerima ini,
kita bisa sekarang naik ke anak tangga pengertian berikutnya.

… anak tangga pengertian berikutnya …

Apakah engkau melihat keindahan dari selarik kata-kata itu?

… anak tangga pengertian …

Ya … 

Kita naik dalam kehidupan ini, 
dalam derajat yang bertingkat-tingkat,
dan 
derajat-derajat itu kau capai 
melalui tingkat-tingkat dari pengertianmu.

Semakin engkau mengerti, semakin engkau berderajat,
karena engkau tidak mungkin berlaku yang bertentangan dengan yang kau mengerti.

Maka ketahuilah ini,

Siapapun yang berlaku bertentangan dengan yang dimengertinya, adalah orang yang belum benar-benar mengerti.

Maka, berlakulah sebagaimana yang engkau mengerti, bahwa

Tuhan Maha Mengetahui,

dan karena engkau kekasih Tuhan, tidak ada yang kau lakukan atau yang tidak kau lakukan, yang tidak disaksikan Beliau.

Apakah kira-kira perasaan Tuhan saat Beliau menyaksikan engkau berlaku yang tidak menghormati dirimu sendiri?

Maka berlakulah seindah mungkin. 

Tuhan sudah lama menanti pemandangan terindah yang bisa kau suguhkan di hadapan Beliau yang mengasihimu.

Mudah-mudahan kita semua menjadi saudara-saudara kembar dalam keindahan perilaku kita sebagai kekasih Tuhan.

Salam sayang untuk keluarga Anda tercinta.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Sahabatku yang terkasih,

Sering engkau berseloroh bahwa aku tidur pun tersenyum, karena engkau hampir tak menemukan saat di mana wajahku ditinggalkan oleh senyum.

Mendengar itu, bagaimana mungkin aku tak tersenyum?

Jauh sebelum engkau mengenalku, aku telah meminta agar aku ditugaskan untuk melayani kebutuhanmu untuk menjadi pribadi yang bebas, yang ringan, yang ceria, dan yang bersemangat menyambut kemungkinan-kemungkinan baikmu di masa depan.

Karena kesadaranku untuk selalu siap dengan jawaban saat engkau bertanya, aku mempelajari semua yang dapat menjadi jawaban.

Dan karena keharusan dari tugasku untuk mencarikan dan menunjukkan jalan keluar – saat engkau gelisah dengan keadaan di mana engkau berada, aku merambah semua jalan dan keadaan dengan badan dan imajinasiku, agar aku dapat menunjukkan arah dari perjalanan yang akan mengeluarkan dan memindahkanmu.

Tetapi ini yang harus kau ketahui, bahwa

Aku hanya menunjukkan arah dari perjalanmu, tetapi engkau lah yang harus menjalaninya.

Aku yang mencarikan, tetapi bukan aku yang menemukan.

Karena, engkau menemukan atau tidak – adalah hasil dari penggembiraan hati Tuhan yang menjadi tugasmu.

Sekarang,

Ini yang dapat kukatakan untuk pertanyaanmu, mengapa aku selalu tersenyum kepadamu.

Aku tersenyum,
karena aku melihat dirimu dari tempat yang memungkinkan ku melihat kenaikan derajatmu jika engkau percaya.

Aku tersenyum,
karena aku melihat kebaikan dalam dirimu yang sedang kau biarkan kalah di bawah kepentinganmu yang tidak penting.

Aku tersenyum,
karena aku melihat bagaimana engkau tersiksa karena kekesalan mu terhadap dirimu sendiri yang sering berlaku palsu.

Lebar senyumku,
karena mendengar mu berjanji tidak akan berlaku sombong, tetapi mengatakannya dengan kalimat-kalimat seseorang yang angkuh.

Lucu senyumku,
karena mendengar kesediaanmu untuk memaafkan orang lain, dengan kesungguhan untuk memastikan bahwa mereka tahu bahwa hanya engkau yang benar.

Haru senyumku,
karena melihat upayamu untuk mendapatkan kasih sayang, dengan cara-cara yang mengusir kasih sayang.

Dan semua kesabaran dalam senyumku itu ada,
karena aku sedang menanti saat di mana engkau berlaku tegas untuk menjadi pribadi yang baru.

Dan hatimu berkata lirih,

Aku, sebagai pribadi yang baru?

Ya …,
aku mendengar keraguanmu itu …

Engkau dan aku tahu bahwa pribadi yang baru itu tidak akan pernah bebas untuk menjadi betul-betul baru, karena akan selalu ada sisa-sisa dari kenyamanan mu dalam cara-cara yang lama itu yang mencoba memasuki ruang-ruang indah dari pembaruan dirimu.

Tetapi ini yang harus kau mengerti,
bahwa 

Pribadi apapun yang mengupayakan perbaikan,
adalah sudah baru.

Siapapun yang menginginkan dirinya menjadi baik, 
sudah menjadi orang baik.

Kebaruan mu bukan datang karena engkau telah meninggalkan semua diri lama mu.

Kebaruanmu dimulai dari niatmu untuk menjadi pribadi baru.

dan

Kesungguhanmu dinilai dari yang betul-betul engkau lakukan.

Aku tersenyum, karena aku yakin engkau akan sampai pada akal-sehatmu. Engkau tak akan mampu berlama-lama berbaring dan mengeluh dalam kelemahan, tanpa akhirnya mengerti bahwa engkau berperan sangat besar dalam pelemahanmu sendiri.

Bukankah engkau juga bisa sombong? Bukankah itu berarti engkau mampu merasa lebih berkualitas daripada orang lain?

Tetapi mengapakah mereka yang kau sombongi itu, banyak yang lebih sejahtera dan damai hidupnya?

Adikku terkasih,

Aku tersenyum karena memang engkau sebetulnya pribadi yang sangat berkualitas, tetapi yang sedang menelantarkan kualitasnya.

Ingatlah, bukan tidak cukup baiknya kualitasmu, tetapi tidak cukupnya penggunaan dari kualitasmu, yang telah melemahkan kehidupanmu.

Aku tersenyum, karena aku tahu engkau akan sampai pada titik pengertian pengindah kehidupanmu.

Hanya, ini yang ingin aku ingatkan;

Berapa banyakkah waktu yang akan kau boroskan lagi dalam pelemahan dirimu, 

sebelum engkau bangkit dengan greget rahang yang tegas untuk berdiri tegak, untuk menyiramkan minyak ke matahari di balik matamu, dan untuk menyulut guntur di dalam kerongkonganmu?

Adikku yang dititipkan oleh ibumu kepada ibuku,

Aku tersenyum, karena aku tahu engkau akan membanggakan Tuhan dengan ketegasan untuk melakukan sebanyak mungkin yang bisa kau lakukan, dan menyerahkan sesedikit mungkin yang tak bisa kau lakukan – kepada Tuhan.

Sekarang, janganlah hanya menunggu.
Menunggulah sebagai pribadi yang peka hatinya, yang aktif pikirannya, yang santun cara-caranya, dan yang bertenaga kehadirannya.

Sekarang,

Tersenyumlah engkau bersamaku.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Sahabat-sahabat terkasih,

Semoga Tuhan berkenan untuk merestui keberanian kita untuk hidup dengan sepenuhnya.

Karena,

Ukuran kehidupan kita hanya sebesar ukuran keberanian kita.

Bukankah telah banyak orang berkualitas hebat yang sedang hidup biasa-biasa, karena keberaniannya biasa-biasa saja?

Bukankah telah banyak orang biasa yang menjadi pribadi yang besar kehidupannya, karena keberaniannya besar dalam memberdayakan apa pun kualitas dirinya.

Dan jika kita diharuskan memilih, 

Lebih baik hidup pendek yang cemerlang, daripada hidup redup sepanjang hidup yang belum tentu panjang.

Karena kita ber-Tuhan, maka keberanian adalah kualitas penduga iman.

Maka hiduplah dengan berani.

 

By: Mario Teguh

Sahabat Indonesia yang super,
yang hatinya baik,
dan yang sedang bersama membangun kehidupan yang cemerlang,

Karena semua yang tua dan usang akan digantikan dengan yang muda dan baru, maka marilah kita menyegarkan pendekatan-pendekatan kita, memperbarui pengetahuan dan pendapat-pendapat kita, agar baru dan segar juga pekerjaan dan kehidupan kita.

Itu sebabnya,

Anda seolah bisa meramal kualitas masa depan seseorang dari kemudahannya untuk memperbarui dirinya.

Dan, untuk itu semua – ikhlaskanlah diri Anda untuk terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan yang baik dan bersunguh-sungguh.

Karena,

Apa pun yang ingin Anda nikmati dengan mudah, selalu mengharuskan Anda untuk bekerja keras mengatasi kesulitan. 

Selalu ingatlah, bahwa

Kesulitan adalah syarat pencapaian kemudahan.

Maka marilah kita berfokus kepada yang penting dan yang membesarkan kita.

Focus pada cita-cita dan keinginan Anda akan menghangatkan hati Anda. Dan dengannya Anda akan lebih mudah melihat jalan naik dan celah-celah menuju kesempatan-kesempatan besar.

Kemudian, jika Anda tidak sepenuhnya berbahagia dengan keadaan Anda sekarang, bersegeralah untuk bekerja keras memulai perubahan yang sudah lama Anda tunda.

Hal-hal yang menakjubkan mudah datang kepada orang yang gelisah karena keinginannya untuk mengubah keadaan di mana dia berada sekarang.

 

By : Mario Teguh

Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik,
dan yang tidak terputus harapan dan doanya bagi kebaikan diri dan mereka yang kebaikannya bergantung kepada keberhasilan Anda.

Telah sering kita mendengar orang menyalahkan yang terjadi kepada mereka sebagai penyulit dan penghambat perjalanan mereka untuk menjadi pribadi yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang kehidupannya.

Tetapi kita juga tidak bisa membutakan diri dari kenyataan dalam keseharian kita, bahwa tidak sedikit orang yang menjadi korban dari kelemahan dan kesulitan – yang justru bangkit dari puing-puing, bara, dan abu kesulitan mereka, dan menjadi pribadi-pribadi berjaya.

Jika mereka bisa, setiap jiwa dari kita juga bisa.

Yang kemudian membedakan kita adalah kesediaan untuk berpikir, bersikap, dan berlaku sekualitas dengan mereka yang telah membuktikan kejayaan melalui kesulitan.

Sahabat-sahabat saya yang berbakat bagi kebaikan,

Ini yang ingin saya sampaikan sebagai pengingat bagi kita, 
bagi Anda dan saya, bahwa:

Apa pun yang terjadi kepada Anda, 
akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda, 
jika Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda. 

Selalu ingatlah, bahwa 

Anda menjadi apa pun yang Anda ijinkan 
untuk menjadi dominan dalam pikiran dan perasaan Anda, 
dan menjadi pewarna dari tindakan Anda. 

Maka berfokuslah pada yang membesarkan Anda. 
Abaikan semua hal yang tidak memuliakan Anda. 

Janganlah gunakan kehidupan Anda 
untuk merisaukan yang tidak penting bagi kehidupan. 

Putuskanlah untuk menjadi pribadi yang berbahagia. 

Berfokuslah kepada pikiran, sikap, 
dan tindakan yang membahagiakan, 
lalu perhatikan apa yang terjadi. 

 

By: Mario Teguh

Sahabat Indonesia yang super,

Seorang sahabat yang lebih muda dari saya, bertanya – mengapa saya selalu membuka email dan sapa saya dengan doa atau harapan bagi kebaikan orang lain.

Saya tanyakan kembali kepadanya, apakah ada cara lain yang lebih baik daripada menjadikan harapan dan doa Anda sebagai salam bagi kebahagiaan orang lain?

Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.

Maka harapkanlah, doakanlah, dan lakukanlah yang ada dalam kemampuan Anda untuk membantu orang lain mencapai kebahagiaan, terutama mereka yang ada dalam kewenangan Anda sebagai pemimpin atau sebagai anggota keluarga.

Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.

Bukan karena kebahagiaan itu jauh, tetapi justru karena semua alasan untuk menjadi berbahagia itu terletak sangat dekat dengan diri dan dalam kehidupan kita – sehingga sering tidak terasa dan sulit terlihat.

Dan ini yang ingin saya ingatkan kepada sahabat-sahabat saya yang lebih muda, bahwa

Kebahagiaanmu adalah keindahan dari suasana hatimu.

Maka apakah yang sedang kau upayakan agar hanya keindahan yang menjadi pengisi hatimu?

Untuk itu, syukurilah keberadaanmu dalam kehidupan ini, dan syukurilah keberadaan orang lain dalam kehidupanmu.

Adikku terkasih, sadarilah ini – bahwa,

Bukan kebahagiaan yang menjadikanmu seorang yang bersyukur, tetapi kemampuanmu untuk mensyukuri-lah yang menjadikanmu pribadi yang berbahagia.

Janganlah engkau hanya menunggu agar kebahagiaan datang menghampirimu. Bergeraklah, aktiflah, bergaullah, dan bekerjalah – karena di dalam keterlibatan-keterlibatan seperti itulah engkau akan menemukan kebahagiaan.

Jadilah pribadi yang aktif tertarik untuk menjadikan dirimu dan para sahabatmu bergembira.

Jika ketertarikanmu adalah mengupayakan kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran dalam keseharianmu bersama orang lain – maka tumbuhlah kebahagiaanmu.

Engkau akan segera mengerti mengapa aku selalu mengajakmu menjadi pribadi yang bergerak badannya, yang aktif pikirannya, dan yang ceria hatinya.

Jika engkau merasa kecil dan gagal mencari kebahagiaan; itu bukan karena engkau tidak menemukannya, tetapi karena engkau tidak berhenti sejenak untuk menikmati yang telah kau miliki dan yang ada dalam pengupayaanmu.

Dan jika engkau menggariskan bahwa engkau baru akan merasa berbahagia nanti saat engkau sudah memiliki yang ingin kau miliki, ingatlah bahwa

Kebahagiaanmu bisa bersumber dari yang kau miliki, tetapi lebih banyak dari kedamaianmu mewujud karena keikhlasanmu dalam menerima yang tidak kau miliki.

Maka berdirilah tegak, 
luruskanlah pandangan matamu yang penuh kasih itu, 
merdukanlah suaramu, indahkanlah kata-katamu, 
muliakanlah perilakumu, 
dan sambutlah semua jiwa dengan sepenuhnya dirimu – 
bukan hanya sebagai pribadi yang bergembira, 
tetapi lebih sebagai pribadi yang sedang mengupayakan penikmatan kehidupan, 
yang dengannya menjadikan kebahagiaan 
sebagai udara yang kau hirup bersama jiwa-jiwa kecintaanmu.

Maka sematkanlah ini di hati-indahmu, bahwa

Kebahagiaan mudah datang kepadamu yang jelas dalam kecintaanmu, yang jelas dalam pekerjaanmu, dan yang jelas dalam harapanmu.

Jika kebahagiaan itu penting bagimu, 
upayakanlah kebahagiaan bagi orang lain, 
lalu perhatikan apa yang terjadi.

………..

Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik, 
yang kebaikan hidupnya adalah tujuan dari semua perilaku Tuhan,

Marilah kita memulai cara-cara berpikir, cara-cara bersikap, dan cara-cara bertindak yang menjadikan kebersamaan kita sebagai pribadi-pribadi Indonesia – pemulia bangsa kita yang tercinta ini.

By: Mario Teguh

Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya,

Setiap orang sedang menunggu. 
Ada yang menunggu hasil dari pekerjaan yang dikuatkannya dengan kecintaan dan ketabahan.
Tetapi, tidak sedikit orang yang sedang menunggu yang tidak disebabkannya untuk datang.

Bagaimana mungkin mereka menunggu hasil besar dari pekerjaan yang mereka lakukan dengan kesungguhan kecil? 

Meskipun bisa sangat tidak masuk akal, tetapi 

Banyak orang yang sedang memimpikan sesuatu yang besar melalui pekerjaan yang diperlakukannya sebagai beban yang harus dihindari.

Net-net, mereka ingin berhasil melalui pekerjaan yang kalau bisa – tidak mereka kerjakan. 

Sahabat-sahabat saya yang jelas keinginannya,

Jika tidak diingatkan, kita sering lupa bahwa yang kita lakukan hari ini seharusnya menjadi bagian yang serius dari proses pencapaian kualitas hidup yang kita impikan itu.

Jika yang kita lakukan tidak berdampak baik bagi pembangunan kualitas hidup kita, mengapakah kita melakukannya sama sekali?

Mengapakah masih ada orang yang berlaku seperti yang dilakukannya tidak ada hubungannya dengan kehidupannya? 

Mereka mungkin tidak menyadari bahwa 

Kita hanya ada di dalam waktu. Tetapi, kita hidup di dalam yang kita lakukan.

Kita disebut hidup, jika kita mengisi waktu antara hari kelahiran dan saat kita berpamitan dari kesibukan dunia ini – dengan pekerjaan-pekerjaan yang bernilai.

Kita hanya sebernilai yang kita kerjakan. 

Tetapi, akan selalu ada suara yang memprotes:

“Tapi khan, yang saya dapat hanya pekerjaan ini. 
Yang ini saja, saya sudah untung dapat pekerjaan. 
Kalau hidup saya tidak bernilai, karena hanya pekerjaan kecil ini yang saya dapat, khan saya tidak bisa disalahkan?”

Jika Anda bertemu dengan pribadi yang membutuhkan kasih sayang seperti itu, nasehatkanlah ini:

Jika yang kau cari adalah uang, maka memang tidak semua pekerjaan baik adalah untukmu. Tetapi jika engkau bersungguh-sungguh untuk melayani bagi kebaikan orang lain, maka semua pekerjaan terbaik akan didorongkan ke arahmu.

Jika engkau tidak menemukan pekerjaan yang baik, itu karena sebetulnya yang kau cari adalah uang. Bukankah engkau akan menolak pekerjaan-pekerjaan yang baik, jika engkau tidak dibayar dengan jumlah yang kau sukai?

Jika engkau benar-benar ingin bekerja, seharusnya engkau tidak merendahkan nilai dari yang kau kerjakan bagi orang lain dan bagi dirimu, hanya karena jumlah uang yang kau dapat di situ tidak memuaskan hatimu.

Ketahuilah, jika engkau meminta uang, orang lain akan mengira-ngira nilaimu sebelum mereka setuju memberimu uang.

Dan yang ini tidak enak di dengar; bahwa 

Jika uang yang mereka setujui untuk kau terima itu – kecil, maka sebetulnya mereka telah mengira nilaimu sebagai yang sesuai.

Ya, sudah tentu. Mereka salah mengira, mereka salah menilai. Engkau lebih mahal dari itu.

Tetapi, engkau meminta uang. Dengannya engkau mengharuskan mereka menghitung untung dan rugi dalam memenuhi permintaanmu. 

Jika yang mereka lihat tidak besar, mereka akan memberi yang kecil.

Itu hukumnya. 

Yang besar diimbangi dengan yang besar.
Yang kecil diimbangi dengan yang kecil. 

Dan sadarilah, bahwa

Hukum kebaikan hidup itu benar, walaupun engkau tidak berlaku benar terhadapnya. 

Dalam gundah hatimu itu, upayakanlah untuk mengerti. Karena jika engkau menolak untuk mengerti, akan diperpanjanglah kegundahanmu itu agar lebih luas ruang bagimu untuk akhirnya mengerti.

Tetapi, jika ada orang yang cepat mengerti dan bersegera dengan perilaku yang lebih baik, mengapakah engkau berlama-lama dan menua dalam keraguan yang telah kau ketahui tidak akan memuliakanmu?

Sebetulnya, jika engkau tidak berbahagia di dalam keadaanmu itu, mengapakah engkau selalu menjadi yang pertama untuk mempertahankannya?

Sebetulnya, apakah yang sedang kau tunggu?

Sebetulnya, untuk apakah hidupmu itu? 

Maafkanlah aku, adikku. 
Bukannya aku menikmati kegundahanmu, tetapi bagaimana engkau akan tertarik untuk sampai pada keadaan yang lebih baik, jika engkau tidak gelisah dengan keadaanmu sekarang?

Terimalah ini. 

Langkah pertama untuk sampai pada keadaan yang kau impikan itu, adalah langkah pertama meninggalkan keadaanmu sekarang. 

Ya. Kalimat itu sederhana, tetapi tidak sederhana dampaknya terhadap kehidupanmu, jika engkau memberanikan dirimu untuk berlaku seperti yang dinasehatkannya. 

Sekarang, dalam nanar matamu itu, perhatikanlah bahwa semua orang yang kehidupannya baik itu adalah orang-orang yang melakukan sesuatu yang bernilai bagi orang lain. Mereka berhak bagi kehidupan yang baik, karena nilai yang mereka sumbangkan bagi kebaikan kehidupan orang lain.

Bukankah sudah pernah ku katakan kepadamu, bahwa

Yang meninggikan, akan ditinggikan.

Dengannya, yang mengayakan, akan dikayakan. 

Maka ini yang aku tanyakan kepadamu, 
apakah yang sudah kau lakukan untuk mengayakan kehidupan orang lain? 

Apakah kesibukanmu untuk mencari yang sedikit yang kau dapat itu, telah melupakanmu dari jalan yang akan memantaskanmu bagi penerimaan yang besar?

Camkanlah ini dalam kesadaranmu yang semoga sekarang lebih ramah bagi nasehat baik:

Bukan besarnya dan beratnya pekerjaan yang akan memuliakanmu, tetapi besarnya dampak dari apapun yang kau kerjakan itu bagi kebaikan orang lain – yang akan memuliakanmu. 

Aku tahu masih banyak yang ingin kau tanyakan kepadaku, tetapi cukupkanlah pengertian ini bagimu saat ini. 

Untuk mencapai perubahan besar, engkau tidak membutuhkan pengertian besar. Sejumput pengertian kecil yang segera kau kuatkan dengan tindakan yang bersungguh-sungguh, akan menguatkanmu untuk memindahkan gunung. 

Indah ya?

Itu dulu, adikku. Sampai nanti, ya?

………..

Sahabat-sahabat Indonesia yang santun,

Begitu dulu ya?

Marilah kita mengikhlaskan diri kita kepada kebaikan, agar kehidupan mengikhlaskan kebaikan bagi kita dan keluarga tercinta.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti.

Terima kasih dan salam super,

Mario Teguh

Bagi Engkau Yang Sedang Tercegah Dari Keberanian ……

Dari semua kualitas yang akan meletakkan kita di tempat-tempat yang tinggi, kualitas yang utama adalah ketegasan. Tetapi, apakah Anda pernah melihat ketegasan yang hampa dari keberanian?

Maka janganlah hidup berlama-lama sebagai pribadi yang berkualitas tinggi, tetapi yang sedang diburamkan kecemerlangannya oleh keberanian yang kecil.
…….

…….

Kita membutuhkan ruang untuk menampung keberadaan kita di dalam kehidupan ini. Ada yang membutuhkan sedikit, ada yang menginginkan banyak, dan ada yang tidak menyadari bahwa dia telah menduduki ruang yang seharusnya membahagiakannya.

Sebetulnya kita hanya membutuhkan ruang selebar kedua telapak kaki kita di ruang mana pun, tetapi untuk memasuki ruang baru yang belum kita kenal – kita sering menuntut agar disiapkan bagi kita sebuah ruangan yang lebih luas.

Sebetulnya tidak ada kekuatan di luar diri ini yang bisa menghalangi keputusan hati kita untuk pindah dan memasuki ruang baru yang lebih baik; tetapi … walaupun penting dan harus – kita masih saja berkutat dalam keraguan, seolah untuk itu kita membutuhkan tenaga yang sebanding dengan kekuatan untuk memindahkan gunung.

Sebetulnya setiap ruangan memiliki setidaknya satu pintu masuk, yang belum tentu terkunci, dan bila terkunci pun – akan selalu ada cara untuk membukanya.

Tetapi, sebuah ruangan yang tidak berpintu pun, dan yang terbuka lebar, akan tampil sama tak tertembusnya dengan dinding bukit granit – bagi hati yang menggunakan formula pikir dan peta rasa yang usang, yang selama ini membuatnya merasa lebih tua dari kebanyakan orang muda yang lebih sejahtera daripada-nya.

Untuk sahabat kita yang terlalu berhitung itu, tanyakanlah ini kepadanya:

Bila engkau sering menari dalam teater imajinasi kreatif mu, dengan kebanggaan yang tetap kau jaga tidak angkuh,

membayangkan bagaimana kau ajarkan cara-cara yang lebih baik kepada orang lain, menguraikan kelemahan pada pendapat orang lain, merincikan kekurangan yang harus diperbaiki oleh para pemimpin besar –

bila engkau mampu untuk itu semua,

mengapakah tidak kau gunakan kekuatan mu itu untuk memulai sebuah perubahan kecil yang akan mengantarkan mu ke ruangan yang lebih ramah bagi keinginan-keinginan dari hati bebas mu?

Dan ini yang aku ingatkan kepada mu; bahwa …

Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan, tetapi tidak cukupnya tindakan.

dan

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahan hidup ini, tetapi kurangnya penggunaan dari pikiran dan kecerdasan.

Maka, … apakah langkah kecil mu yang berani, yang akan membangun keberadaan hidup mu – menjadi sejarah yang membanggakan bagi keturunan mu?

Kapan kah kau akan memulainya?

Apakah engkau masih akan tetap menggunakan formula pikir dan peta rasa yang telah selama ini membuatmu sulit merasa percaya diri di hadapan mereka yang lebih lemah tetapi yang lebih berani daripada mu?

Seharusnya kekuatanmu berpihak kepada tindakan-tindakan berani yang memuliakanmu.

Bila penggunaan pikiran dan rasa mu itu menyita waktu, berlarut-larut, dan menjadikan mu penunda yang menua – maka bukan kecerdasan yang berbicara dan menguasai diri mu, tetapi ketakutan.

Di dalam kecanggihan pikiran dan kepekaan rasa mu, engkau menukar kekuatan dengan ketakutan.

Untuk hal seperti ini, engkau tidak akan tahu – bila engkau tidak diberi tahu.

Lalu,

Kenikmatan apa lagi kah yang masih kau pertahankan dari rasa takut mu, yang bisa membuatmu mengabaikan pengetahuan yang baik bagi mu?

Maka berkasih-sayanglah engkau kepada dirimu itu.

Dia, diri mu itu – mungkin banyak berteman, tetapi dia sebetulnya sendiri. Dia mungkin ramai melantunkan canda dan tawa untuk orang lain, tetapi dia sebetulnya kesepian dan tersiksa dengan kesadarannya sendiri tentang kelambatan hidupnya sendiri.

Duduk dan berbincanglah dengannya. Yang ramah, yang pengasih, dan pastikanlah engkau sabar mendengarkan bicaranya yang mungkin tidak menentu maksudnya.

Mungkin dia akan memulai menjelaskan kepadamu bahwa keberhasilan itu tidak perlu. Mungkin dia akan berkata, hidup sederhana itu lebih baik, tidak repot dan tidak mencari masalah. Untuk apa kaya kalau tidak bahagia?, itu mungkin dalilnya.

Janganlah kau ingatkan dia, tunda dulu, jangan kau ingatkan kepadanya bahwa ada juga orang yang kaya dan berbahagia. Jangan kau tanyakan kepadanya, bagaimana orang yang kekurangan dapat merasa sama lengkapnya dengan mereka yang lebih lengkap?

Dan sama sekali, tunda dulu nasehat mu bahwa,

Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat; … yang sederhana itu adalah sikap-nya.

Bila kau biarkan dirimu itu menjelaskan mengapa dia belum berupaya sekeras dan sebaik yang mungkin dilakukannya, dia akan akhirnya sampai pada patahan-patahan kalimat bahwa dia sangat berperan dalam pencapaian kualitas apa pun yang sekarang sedang dikeluhkannya.

Keberanian.

Bila ada pelajaran yang harus segera kau perbarui pengertiannya kepada sahabat terdekat yang namanya diri mu itu, maka pelajaran itu adalah tentang keberanian – sebuah nama bagi kesediaan untuk bertindak yang didasari oleh pengertian yang baik.

…….

By: Linna and Mario Teguh

Ketahuilah bahwa,

Kekhawatiran menjadikan hal-hal kecil – tampil dengan bayangan besar.

Bila Anda terbiasa dengan ketelitian untuk mengerti masalah dan kesulitan, Anda akan segera menemui bahwa asal dari semua masalah besar adalah penelantaran hal-hal kecil yang penting.

Maka, secepat Anda mengenali kehadiran sebuah keharusan kecil, secepat itu pulalah Anda harus mendahulukan penyelesaiannya.

Kita semua sedang mengumpulkan sesuatu di dalam hidup kita ini, dan terkumpulnya sesuatu itulah yang menentukan kualitas hidup kita.

Ada yang mengumpulkan hasil-hasil baik – karena kebiasaannya untuk menyegerakan yang penting, dan ada yang mengumpulkan perasaan berhutang yang akut – karena kebiasaannya untuk menunda.

Bila kita tidak berbahagia, mungkin ada beberapa hal penting yang pelaksanaannya kita tunda.

Tetapi, akan ada saja beberapa pribadi super – yang ketidak-bahagiannya hari ini adalah karena dia melakukan terlalu banyak hal. Dia tidak bergembira hari ini karena dia tenggelam di dalam lautan pekerjaan.

Tidak semua kesibukan adalah pekerjaan.
dan
Tidak semua pekerjaan adalah pekerjaan untuk kita.

Ada pekerjaan yang sebaiknya dikerjakan oleh orang lain. Ada pekerjaan yang sebaiknya hanya Anda yang mengerjakan.

Mereka yang tenggelam di dalam pekerjaannya, selalu adalah orang yang berusaha untuk mengerjakan hal-hal yang tidak perlu dikerjakannya.

Bila Anda melakukan sedikit pekerjaan,
tetapi itu adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh pribadi khusus seperti Anda – Anda tidak perlu melakukan banyak hal untuk mencapai hasil dari 1000 orang yang mengerjakan yang bukan pekerjaannya.

Maka,

Berfokuslah pada pekerjaan yang hanya Anda yang bisa melakukan.
Kesulitan adalah biaya untuk mencapai kebesaran.

Teruskan, itu satu-satunya cara untuk lulus. Jadilah orang yang lebih kuat dari apapun yang bisa dilemparkan oleh kehidupan kepada Anda.

Hanya pastikan bahwa Anda tidak mengorbankan apapun yang penting bagi keberlanjutan pelayanan Anda kepada orang banyak, hanya karena kesulitan pekerjaan dan beban yang sesaat dan sementara.

Anda lebih penting daripada pekerjaan Anda, bila ia membuat Anda merasa lemah dan kecil.

Pekerjaan Anda lebih penting daripada Anda, bila ia membuat Anda berbahagia dan bernilai bagi banyak orang.

By: Linna & Mario Teguh


Lokasi Pengunjung

Lookup a word or passage in the Bible



BibleGateway.com
Include this form on your page

Calendar

April 2014
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Traffic

Top rated

Blog Stats

  • 26,359 hits

Blog Catalog

Christian Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.